Kamis, 07 Mei 2009

Frustasi

Aku pernah bercerita tentang burung punguk yang tak bisa terbang karena sayapnya patah sebelah. Aku ingin mengatakan semuanya sebab musabab yang membuatnya tak percaya pada pilihan untuk terbang malam itu. Ia sangat ingin mengusir rasa frustasi dalam jangka panjang selama hidupnya.

Kegetiran dalam penentuan pilihan hidup sepertinya sangat membuatnya harus meyakini kalau ia dalam kondisi yang sebenarnya tak bisa terbang. Hanya pelikan matanya saja mampu mengubah menghilangkan sejuta rasa frustasi yang terbuang selama ini. Keinginan itu layak diperjuangkan. Mengapa demikian?! Pertanyaan muncul tanpa ada pengecualian dalam penentuan dahan mana yang akan dihinggapi besok malam.

.....Lirih menahan rasa sakit karena sayapnya yang sebelah kiri terkulai tak berdaya menahan beban terbang dan berjuta keinginan dalam dirinya.....